Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rupiah Anjlok Tembus 16.676 per Dolar AS Dampak Ancaman Tarif Trump

Kamis, 27 Maret 2025 | Maret 27, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-28T05:52:05Z



Narasi Indonesia.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Jumat ini. Pelemahan rupiah ini karena ancaman tarif yang dilancarkan oleh Presiden AS Donald Trump. 


Pada Jumat (28/3/2025), nilai tukar rupiah saat ini di Jakarta melemah sebesar 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp 16.676 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.562 per dolar AS, dikutip pada laman resmi Liputan6.com.


Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menganggap nilai tukar rupiah cenderung melemah akibat sentimen risk-off dari ancaman pengenaan tarif 25 persen kepada mobil yang tidak dibuat di AS.
“Rupiah sempat dibuka melemah, akibat dari sentimen risk-off yang berasal dari ancaman pengenaan tarif 25 persen kepada mobil yang tidak dibuat di AS (Amerika Serikat),” ungkapnya dikutip dari antara. 


Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif sebesar 25 persen atas impor mobil dan truk ringan buatan luar negeri, melanjutkan kebijakan tarif impor global yang telah ia dorong.


Seperti yang sering ia lakukan dalam pengumuman serupa, Trump menyebut inisiatif terbarunya sebagai upaya untuk membawa kekayaan ke AS, dengan mengatakan negara-negara asing "benar-benar telah menipu kita pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya. Tapi itu tidak akan terjadi lagi."


Tarif mobil akan mulai berlaku pada 2 April, ketika Trump menerapkan tarif timbal balik pada negara-negara di seluruh dunia sebagai upaya untuk memaksa mereka menghapus bea impor mereka atau menghadapi sanksi yang sama atas ekspor mereka.


Pemungutan tarif akan dimulai pada hari berikutnya. Tarif 25 persen tersebut akan ditambahkan di atas tarif yang sudah dikenakan pada impor mobil.


Kendati demikian, belum jelas bagaimana tarif tersebut akan diterapkan, mengingat banyak mobil yang dirakit di AS menggunakan suku cadang impor, tetapi Trump berjanji akan melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap perintah tersebut.


Di samping itu, kurs rupiah cenderung melemah akibat kekhawatiran terkait dengan pelebaran transaksi berjalan Indonesia.


“Rupiah melemah 0,36 persen wtw (week to week) sepanjang pekan ini,” kata Josua.
Sebelumnya, ekonom Bank Permata, Josua Pardede, salah satu penyebab utama Nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir adalah meningkatnya kekhawatiran terkait arah perang dagang yang diperkirakan akan berlanjut pada pekan depan.


Ketidakpastian ini mendorong investor untuk mencari perlindungan dengan membeli Dolar AS sebelum libur panjang, sehingga menyebabkan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah.


"Pelemahan nilai tukar Rupiah pada hari ini, salah satunya disebabkan oleh berlanjutnya kekhawatiran terkait arah perang dagang pada pekan depan, sehingga investor mengantisipasi risiko tersebut dengan melakukan pembelian Dolar AS sebelum libur panjang," kata Josua kepada Liputan6.com, Kamis (27/3/2025).


Selain faktor eksternal tersebut, pelemahan Rupiah juga dipicu oleh tren penurunan harga komoditas ekspor utama Indonesia dalam satu minggu terakhir.


Komoditas seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan nikel mengalami koreksi harga yang cukup signifikan. Penurunan harga ini berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan Indonesia tahun ini. Dengan semakin memburuknya neraca perdagangan, pasar memproyeksikan nilai tukar Rupiah akan mengalami depresiasi lebih lanjut.


"Selain dari sisi perang dagang, depresiasi nilai tukar Rupiah juga disebabkan oleh tren penurunan harga komoditas ekspor utama Indonesia, seperti CPO, batu bara, serta nikel dalam 1 minggu terakhir," ujarnya.*

×
Berita Terbaru Update